Pahami Fitur Pemograman PLC Sebelum Mengikuti Training PLC Siemens S7

Untuk mengikuti training PLC Siemens S7 Jakarta, partisipan diharuskan mengetahui wawasan dasar seputar PLC. Pasalnya, Anda akan berhadapan dengan audiensi yang sudah lihai dalam menciptakan program untuk vendor PLC dan tertarik untuk mendalami kemampuan mereka terhadap CPU S7.

Dalam hal ini, paling tidak Anda harus sudah menguasai dasar pemograman PLC. PLC yang merupakan controller yang sedang populer dewasa ini karena kemampuannya yang relatif kompleks. Sebut saja dari macam-macam komunikasi yang bisa dipakai, interface dengan berbagai tranducer, serta reliability yang kompeten dalam kegiatan industri.

Mengapa Anda harus mempelajari PLC?

Faktanya, proses industri yang sangat rumit memerlukan rangkaian kontrol yang sama-sama kompleks. Peralatan yang semula dioperasikan secara manual pun digantikan dengan sistem otomatis, contohnya seperti buka-tutup valve, pemantauan kondisi lapangan, dan proses-proses operasi lainnya. Lantas untuk membantu pengoperasiannya, dibutuhkan sistem yang tingkat kerumitan hard wire-nya tinggi dan sukar untuk troubleshooting saat terjadi masalah.

Anda yang mengikuti training PLC Siemens S7 Jakarta harus mampu mengenali serta mengatasi keterbatasan hingga kerumitan sistem kontrol dengan memakai kontrol relay. Di sisi lain, Anda tak perlu cemas, karena PLC merupakan teknologi yang fleksibel untuk digunakan dan memudahkan Anda untuk membuat sistem yang lebih terkontrol dan user friendly.

Mengenal fitur pemograman pada PLC

Pemula yang mempelajari PLC pada umumnya akan diminta untuk memahami logika dasar konsep kerja pada sistem ini. PLC mempunyai sistem yang sama dengan yang Anda gunakan saat membuat kontrol memakai relay. Hanya saja, Anda tak akan direpotkan dengan sistem kabel atau wiring yang amat rumit. Anda hanya perlu membuat diagram tangga atau ladder diagram memakai program.

Selain itu, PLC juga memiliki fitur pemograman yang akan Anda terapkan untuk aplikasi-aplikasi yang tak kalah kompleks. Berikut ini ada fitur-fitur yang akan Anda pakai:

  • Input contact. Fitur ini digunakan untuk masukan bersifat digital maupun memori dengan logika 1 atau 0. Digital input biasanya mengandalkan push button dan kontak bantu sensor;

  • Output contact. Dengan output contact, Anda dapat memberikan logika 1 atau 0 untuk alat. Ada sejumlah program PLC yang sudah dilengkapi output latch maupun unlatch yang bisa digunakan untuk mengganti fungsi holding agar memudahkan performa program;

  • Timer. Bisa dibilang, fitur ini akan sering Anda jumpai dalam training PLC Siemens S7 Jakarta. Timer berfungsi sebagai penghitung pada sistem. Anda bisa memakainya sebagai timer on delay (output yang akan aktif saat timer mulai menghitung hingga setpoint) dan timer off delay (output yang akan aktif setelah setpoint pada timer tersebut tercapai);

  • Counter. Disebut juga sebagai pencacah, fitur yang satu ini dapat Anda pakai untuk menghitung jumlah sesuatu yang masuk maupun keluar dalam sistem atau alat penghitung lain yang terdapat di dalam PLC.

Menyinggung tentang pemograman PLC, ladder diagram atau diagram bukan satu-satunya cara yang dapat Anda pakai. Pasalnya, ada metode lain untuk menciptakan program pada PLC, antara lain function block, statement list, structure text, dan sequential function chart.

Setelah mengetahui pemograman dasar PLC, Anda mengikuti training PLC Siemens S7 Jakarta yang informasinya bisa diperoleh melalui kontak ini:

Informasi & Penftaran Training Hubungi:

Telpon: 021 – 2984 – 7584

Whatsapp: 0811-904-7070

Email: trainingplc@plcshop.co.id

 

Alamat Training PLC

Jalan Rawamangun Muka Raya 1A, Jakarta Timur, 13220