Mempelajari 6 Komponen PLC dalam Pelatihan PLC di Jakarta

Materi paling dasar yang akan Anda jumpai dalam pelatihan PLC di Jakarta adalah komponen-komponen yang menyusun PLC. Programmable Logic Controller merupakan sistem kontrol mikro yang dipakai untuk kepentingan industri.

Secara umum, PLC memiliki bagian-bagian yang sama dengan microcontroller dan komputer. Lalu, apa saja komponen-komponen yang terdapat di dalam PLC?

  1. Central Processing Unit

Siapa yang tidak familier dengan CPU? Merupakan akronim dari Central Processing Unit, CPU dalam PLC adalah bagian utama yang berperan sebagai ‘otak’ sistem tersebut. Sementara fungsi CPU di PLC mencakup menjalin komunikasi dengan PC maupun Console, interkoneksi pada bagian-bagian PLC, mengeksekusi setiap program yang dinstal, hingga mengelola input serta ouput sistem yang diproses memakai PLC.

  1. Memori atau ruang simpan

Memori pada PLC merupakan ruang penyimpanan temporer dan program yang harus dioperasikan. Lalu, program-program yang dijalankan adalah hasil terjemahan diagram tangga yang Anda buat. Sistem pada ruang simpan PC merujuk pada flash memory yang memudahkan Anda untuk menciptakan program atau melakukan program ulang di pelatihan PLC di Jakarta. Flash memory PLC memiliki EPROM yang dapat Anda hapus berulang kali.

  1. Catu daya (power supply)

Menyoal catu daya atau power supply, PLC menggunakan tegangan masukan kurang lebih 220 VAC atau 24 VDC. Untuk PLC berukuran besar, catu daya biasanya disimpan secara terpisah. Satu hal yang berbeda, power supply pada PLC tidak dipakai untuk menyuplai tenaga langsung ke input atau output. Dengan kata lain, input dan output murni sakelar. Jadi, Anda harus menyediakan power supply sendiri supaya PLC tidak mudah mengalami kerusakan.

  1. Rangkaian atau jalur input

Jalur input PLC terdiri atas rangkaian antarmuka yang terhubung ke CPU. Rangkaian ini yang dipakai untuk menjaga CPU dari sinyal-sinyal yang tidak diinginkan. Kemudian, jalur input berperan sebagai tegangan sinyal-sinyal yang mempunyai tegangan kerja berbeda dengan CPU supaya jadi sama. Jika CPU mendapatkan input sensor berketegangan 24 VDC, maka tegangan akan dikonversi jadi 5 VDC agar sesuai dengan tegangan kerja yang berada dalam CPU.

  1. Rangkaian atau jalur output

Sistem ouput pada PLC bekerja secara analog maupun digital. Output analog dipakai untuk memberikan hasil sinyal analog, sedangkan output digital dipakai untuk menghubungkan maupun memutus rangkaian. Contohnya, perangkat output yang kerap kali digunakan dalam pelatihan PLC di Jakarta adalah selenoid, motor, relay, kampu, dan speakerOutput PLC juga membutuhkan antarmuka untuk memproteksi CPU dari peralatan-peralatan eksternal.

  1. Penambahan I/O pada PLC

Komponen terakhir yang digunakan untuk menyusun PLC adalah I/O. Jumlah I/O dalam PLC biasanya terbatas dan berbeda karena ditentukan sesuai tipe sistem tersebut. Akan tetapi, dalam sebuah aplikasi, sering kali I/O yang terdapat di dalam PLC malah kurang mencukupi. Maka dari itu, diperlukan perangkat tambahan untuk menaikkan jumlah I/O yang sudah tersedia. Proses penambahan I/O pada PLC tersebut dinamakan expanding unit.

Mengetahui komponen-komponen yang membentuk PLC akan memudahkan Anda dalam mempelajari microcontroller tersebut. Berminat untuk memahaminya lebih dalam? Daftarkan diri Anda ke pelatihan PLC di Jakarta dan sekitarnya dengan mengontak nomor telepon atau mengunjungi alamat di bawah ini.

Informasi & Penftaran Training Hubungi:

Telpon: 021 – 2984 – 7584

Whatsapp: 0811-904-7070

Email: trainingplc@plcshop.co.id

Alamat Training PLC

Jalan Rawamangun Muka Raya 1A, Jakarta Timur, 13220