Apa Saja Perbedaan antara PLC, DCS, dengan SCADA?

Seperti yang Anda ketahui dari sejumlah kursus PLC di Jakarta, PLC adalah sistem kontrol yang kini digunakan dalam sektor industri. Sistem ini memiliki pengaturan input dan output digital (on-off) yang membutuhkan pengoperasian logika, terutama dalam mengatur relay. Beberapa PLC yang digunakan perusahaan bahkan sudah punya pemindaian waktu cepat hingga orde 1 milidetik.

Selain PLC, ada DCS dan SCADA yang dimanfaatkan dalam dunia industri. Supaya tidak tertukar, mari kita pelajari dulu perbedaan di antara PLC, DCS, dan SCADA.

Distributed Control System (DCS)

DCS (Distributed Control System) adalah pengembangan sistem kontrol yang mengandalkan komputer serta alat elektronik lain untuk mendapatkan pengontrolan loop sistem terpadu. Sistem kontrol tersebut memungkinkan pengendalian dilakukan secara cepat dan mudah. Kemudian, DCS sering kali digunakan sebagai pengontrol sebuah proses skala menengah hingga besar. Prosesnya yang dikendalikan tersebut dapat bersifat kontinu maupun batching.

Selanjutnya, pada kursus PLC di Jakarta, Anda akan mengetahui bila DCS beroperasi memakai digital controller secara terdistribusi dan mampu melakukan proses pengaturan dari 1 hingga 256 loop maupun lebih dalam sebuah kontak kontrol. Lantas, peralatan I/O diletakkan menyatu dengan controller atau terpisah yang nantinya dihubungkan ke jaringan. Sistem DCS didesain memakai prosesor redundant sebagai peningkat keandalan sistem.

DCS mempunyai fungsi-fungsi utama seperti:

·         Sebagai alat pengontrolan sistem loop dengan satu loop yang mampu mengerjakan sejumlah proses pengendalian;

·         Pengganti controller manual dan otomatis yang terpisah untuk kemudian disatukan dengan tujuan memudahkan maintenance atau pemeliharaan;

·         Sarana pengumpul dan pengolah data untuk memperoleh output yang tepat.

Secara fungsi, PCL dan DCS memang berbeda, sehingga mustahil diimplementasikan pada aplikasi yang sama. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:

·         DCS bukan PLC besar. Anda bisa memiliki DCS 300 I/O dan dua prosesor Module maupun PLC 8000 I/O dengan satu atau dua prosesor Module. Meski begitu, sistem Architecture-nya tetaplah berbeda;

·         DCS juga bukan integrasi dari beberapa PLC. Dalam PLC, Controller merujuk pada istilah logic controller, sedangkan pada DCS merujuk pada process controller;

·         PLC maupun DCS bersifat configurable dan reconfigurable;

·         PLC dan DCS yang digabung maupun tidak tetap dua sistem berbeda.

Supervisory Control and Data Acquition (SCADA)

Sistem lain yang perlu Anda pahami dalam kursus PLC di Jakarta adalah Supervisory Control and Data Acquition atau SCADA. SCADA adalah sistem yang didesain sebagai pengontrol serta pengambil data dalam pengawasan (operator atau manusia) maupun pengendalian proses dalam sektor-sektor:

·         Industri: produksi, pabrik, manufaktur, generator tenaga listrik;

·         Infrastruktur: pembersih air minum, pengelolaan limbah, pipa gas dan minyak (migas), sistem komunikasi kompleks, distribusi listrik, dan lain sebagainya;

·         Fasilitas: gedung, bandara, pelabuhan, hingga ISS (Stasiun Luar Angkasa).

Kemudian, SCADA juga mempunyai susunan sistem yang terdiri atas:

·         Human-machine interface;

·         Unit Terminal Jarak Jauh yang menghubungkan sensor pengukuran;

·         Sistem pemantauan berbasis komputer untuk mengumpulkan data;

·         Infrastruktur komunikasi yang sanggup menghubungkan Unit Terminal Jarak Jauh dengan PLC.

Seperti yang telah disinggung, mengetahui perbedaan PLC, DCS, dan SCADA mempermudah Anda untuk mempelajari sistem kontrol di dunia industri. Jika Anda tertarik buat bergabung dalam kursus PLC di Jakarta, cukup kontak ke:

Informasi & Penftaran Training Hubungi:

Telpon: 021 – 2984 – 7584

Whatsapp: 0811-904-7070

Email: trainingplc@plcshop.co.id

Alamat Training PLC

Jalan Rawamangun Muka Raya 1A, Jakarta Timur, 13220